Komunitas Bakubantu Beri Bahan Makanan ke 66 Mahasiswa Tolikara di Semarang
Komunitas Bakubantu Beri Bahan Makanan ke 66 Mahasiswa Tolikara di Semarang |
- Komunitas Bakubantu Beri Bahan Makanan ke 66 Mahasiswa Tolikara di Semarang
- Sarah Sechan Ungkap Terima Kasih kepada Kusmiaty di Hari Ibu Sedunia
- Gustu Maluku Jenguk Pasien COVID-19 di BPSDM dan LPMP Maluku
- Setelah Jalani Karantina, Gustu COVID-19 Maluku Lepas 8 Karyawan CITIC
- Kasrul Selang Sebut Alasan Menerima Karyawan Migas Tangguh Bintuni Karantina di Maluku
- Murad Ismail Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Maluku, Rizal Suhaeli
- Pemprov Maluku Rapat Teleconference Bersama KPK RI
- Gustu COVID-19 Maluku Diskusi Bersama Lawan Berita Bohong
- 29 Pasien COVID-19, 52 ODP dan 21 PDP di Maluku per 12 Mei 2020
- 15 Pasien COVID-19, 53 ODP dan 19 PDP di Maluku per 11 Mei 2020
- Juliana Ratuanak Nilai 52 Pelaku Perjalanan Butuh Disiplin
- Syahrul Yasin Limpo Launching Inovasi Antivirus Berbasis Eucalyptus ala Kementerian Pertanian
| Komunitas Bakubantu Beri Bahan Makanan ke 66 Mahasiswa Tolikara di Semarang Posted: 12 May 2020 06:24 PM PDT
SEMARANG, LELEMUKU.COM – Komunitas Bakubantu 2020 yang terdiri dari para pemuda dan pemudi Papua yang berdomisili di Yogyakarta memberi bantuan Bahan Makanan (Bama) kepada 66 mahasiswa asal Kabupaten Tolikara yang terdampak Pandemi Virus Corona Infection Desease (COVID-19) di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Pada Selasa (12/05/2020). Menurut salah satu pendiri komunitas itu, Dokter Muda lulusan Filipina asal Sowek, Kecamatan Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori, dr. Penina Selfiana Veronika Sawen bahwa setelah mengetahui informasi tentang mahasiswa Tolikara tersebut melalui video, pihaknya langsung bergerak cepat dengan penggalangan dana. "Satu minggu yang lalu, kami terima video kiriman tentang ade-ade mahasiswa Tolikara yangg kesusahan Bama. Saya langsung minta teman untuk cek kontak sekretariat mereka di Semarang dan sejak saat itu, kami usahakan penggalangan dana bagi 66 mahasiswa ini," ungkap dia kepada Lelemuku.com pada Rabu (13/05/2020). Veronika mengaku bahwa Bakubantu merupakan tim pertama yang memberikan bantuan kepada mahasiswa tersebut. Kemudian penggalangan dana yang dilakukan, komunitas itu mendapati banyak orang yang juga terdampak COVID-19 tetapi masih memiliki hati berbagi dengan memberi dari kekurangan mereka. "Seijin Tuhan kami bisa drop bantuan dari Yogyakarta ke Semarang dan cukup mengagetkan, ternyata Tim Bakubantu2020 adalah tim pertama yang merespon mereka. Puji Tuhan, banyak orang yang bukan pejabat namun tergerak untuk membantu, bahkan dari kekurangan mereka bisa menolong mahasiswa ini," katanya. Veronika pun meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta Pemerintah Kota (Pemkot) di Papua dan Papua Barat untuk memberi bantuan kepada para mahasiswa yang merupakan aset daerah di kota studi masing-masing, seperti di Kalimantan Selatan (Kalsel), Semarang dan Salatiga serta mahasiswa IMMAPA Bali yang terancam diusir dari asrama pada 1 Juni 2020. Selain itu, ia mengajak siapa saja yang ingin berdonasi membantu kebutuhan para masahasiswa Papua terdampak sosial COVID-19 lewat Bama dan uang tunai melalui Rekening BCA nomor 0374345687 atas nama Penina Selfina Veronika Sawen dan bisa langsung menghubunginya di nomor telepon 081281842765 atau rekannya, Lala dengan nomor 081527677990. "Padahal berita para mahasiwa ini telah disiarkan di tv, tetapi tidak ada pejabat daerah yang bisa respon cepat. Saya mohon bantuan siapa saja tolong sampaikan informasi ini kepada para pejabat Tolikara dan pejabat kabupaten lainnya untuk perhatikan mahasiswa di kota studi, mereka ini aset masa depan Papua," pinta dia. (Laura Sobuber) |
| Sarah Sechan Ungkap Terima Kasih kepada Kusmiaty di Hari Ibu Sedunia Posted: 12 May 2020 04:54 PM PDT
Host Indonesia Sarah Sechan beri ucapan Selamat Hari Ibu kepada mama tercinta, Kusmiaty pada Minggu, 10 Mei 2020. Melalui Instagram, ia membagikan foto kenangan dan terbaru bersama mama dan kedua saudaranya. "Happy mama'days to the most beautiful mama we know, Thank you for everything you do. We love you forever," tulis dia. Sarah memberi selamat hari Ibu kepada wanita yang paling tercantik itu dan berterima kasih untuk apa yang telah Ibunya lakukan bagi keluarga serta mengungkapkan betapa dirinya bersama kedua saudaranya itu sangat menyayangi ibu mereka. (Laura Sobuber) |
| Gustu Maluku Jenguk Pasien COVID-19 di BPSDM dan LPMP Maluku Posted: 12 May 2020 03:54 PM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Wakil Ketua III Harian Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku yang juga Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharuddin Djafar, didampingi Ketua Pelaksana Harian Gustu Kasrul Selang dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meykael Pontoh, menjenguk para pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa karantina di BPSDM Maluku dan LPMP Maluku. Mereka juga meninjau dan melihat secara langsung kelengkapan fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi, ventilator, tempat tidur dan lainnya yang terdapat di RSUP dr. Johannes Leimena Ambon, Minggu (10/5). Saat ini RSUP yang berlokasi di kawasan Wailela tersebut sudah bisa difungsikan untuk menangani pasien Covid-19. Dalam kunjungan itu, Baharuddin dan Kasrul menyempatkan diri mengobrol dengan beberapa pasien, diantaranya Husni (50). Warga asal Waihaong, Ambon, ini mengaku, sejak menjalani perawatan selama 20 hari lebih di RST Ambon, dan kurang lebih 10 hari di BPSDM Maluku, dirinya selalu mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh tim dokter. "Jadi, sekitar hampir 40 hari saya dirawat," singkatnya. Selain itu, pasien lainnya yang sedang menjalani perawatan di LPMP Maluku, Rustam Sabar (41) mengatakan, dirinya ingin mengetahui secepatnya hasil pemeriksaan swab. Sebab dalam cuaca dingin seperti ini, daya tahan tubuhnya sering menurun sehingga sering mengalami flu. "Bila lama, kami juga resah, sebab saya sudah 12 hari di LPMP. Bawaan sering flu, bila cuaca dingin," katanya. Usai menjenguk para pasien, mewakili Gustu Provinsi Maluku, Baharuddin Djafar mengatakan, kunjungan ini selain ingin berbincang langsung dengan para pasien Covid-19, mereka juga ingin mengecek kesiapan fasilitas kesehatan di RSUP dr. Johannes Leimena. "Kita melihat kecenderungan semakin mulai bertambahnya warga yang terdampak Covid-19. Kami datang ke RSUP ini, untuk melihat bagaimana nanti kalau ada yang harus dirawat disini," katanya. Sebelum pihaknya melihat secara langsung kesiapan fasilitas di RUSP, lanjut Baharuddin, mereka menyambangi lebih dulu BPSDM dan LPMP Maluku untuk menjenguk para pasien Covid-19. Dia mengaku, beberapa pasien sudah mulai membaik kondisi kesehatannya. Baharuddin berharap, para pasien yang sembuh saat kembali ke masyarakat nantinya, perlu menyampaikan bahwa Gustu selama ini telah bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan perorangan atau pribadi. "Ini perlu ada kesadaran bersama. Tidak mungkin kami atasi secara parsial," lanjutnya jenderal polisi bintang dua ini. Pihaknya, lanjut Baharuddin, juga akan meminta ke Gustu Kota Ambon, untuk mengarahkan pasien sembuh melakukan karantina secara mandiri, sekembalinya ke rumahnya. Mereka nanti akan didampingi tokoh masyarakat setempat, untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat perihal tata cara menghadapi pandemi ini. "Sehingga masyarakat juga merasa, oh iya, apa yang dilaksanakan pemerintah selama ini untuk kepentingan bersama," ujarnya. Mengenai fasilitas kesehatan RSUP dr. Johannes Leimena Ambon, Direktur Utama RSUP Celestinus Munthe mengatakan, untuk menerima pasien positif Covid-19, pihaknya telah menyediakan tempat tidur juga peralatan penunjang lainnya. Misalnya dalam perhitungan terjadi puncak pandemi, pihaknya bakal membutuhkan sekurangnya 25 ventilator. Saat ini ventilator yang telah tersedia sebanyak 21 unit. "Semoga puncak pandemi tidak terjadi, sehingga alat-alat ini tidak perlu digunakan. Sementara untuk penanganan Covid-19, rumah sakit ini sudah bisa digunakan sekarang," katanya. (HumasMaluku) |
| Setelah Jalani Karantina, Gustu COVID-19 Maluku Lepas 8 Karyawan CITIC Posted: 12 May 2020 03:54 PM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Provinsi Maluku melepas sebanyak delapan karyawan perusahaan CITIC Seram Energy Limited yang beroperasi di Bula, Seram Bagian Timur, setelah mereka menjalani masa karantina selama 14 hari di Balai Keagamaan Provinsi Maluku. Kedelapan karyawan perusahaan migas itu langsung diberangkatkan dari Ambon menuju Bula menggunakan bus yang telah disiapkan pihak perusahaan, Sabtu (09/04/2020) pagi. "Seluruh karyawan CITIC sebelum melakukan aktivitas kerja di Bula, terlebih dulu menjalani masa karantina di Ambon. Lokasi yang kami gunakan untuk karantina mereka adalah Balai Keagamaan Provinsi Maluku," kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, Sabtu (09/04/2020). Dikatakannya, jumlah keseluruan karyawan CITIC yang menjalani masa karantina dan harus dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke lokasi kerja sebanyak 76 orang. Mereka dibagi dalam empat kelompok perjalanan. Para pekerja CITIC yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta dan Makassar ini diwajibkan mengikuti serangkaian pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antibody dan observasi selama 14 hari pada masa karantina. "Sebelum CITIC melaksanakan kegiatan pergantian Kru untuk kelangsungan operasional perusahaannya di Bula, seluruh karyawannya lebih dulu menjalani masa karantina, karena mereka juga pelaku perjalanan. Para karyawan ini wajib mengikuti RDT, dan dipastikan sehat dari Covid-19," katanya. Dikatakannya, pemberlakuan masa karantina ini karena adanya Peraturan Gubernur Maluku Nomor 15 tahun 2020 tentang Pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi Dalam Penanganan Covid-19. Bupati Seram Bagian Timur, Mukti Keliobas, melalui surat pemberitahuannya nomor 566/271/2020, juga mengatur izin masuk dan keluar wilayah Bula bagi karyawan CITIC untuk kegiatan operasionalnya. Kasrul menambahkan, Surat dari Kepala SKK Migas nomor 0205/SKKMA0000/2020/S8 meminta adanya pemberian keperluan akses untuk operasi hulu Migas sebagai objek vital nasional dalam situasi keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Covid-19. "Perusahaan migas ini masuk dalam objek vital dan industri strategis nasional. Karena itu, harus tetap beroperasi untuk mencukupi kebutuhan minyak dan gas kita, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan dipastikan sehat dari Covid-19. Sebagai perusahaan migas, mereka diberikan akses untuk beroperasi, namun harus patuh mengikuti prosedur pencegahan penularan Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Maluku yakni wajib mengikuti karantina bagi para pelaku perjalanan," jelas Kasrul. Berbeda dengan CITIC yang mengizinkan karyawannya boleh dikarantina di Balai Keagamaan Provinsi Maluku, industrui strategis nasional lainnya yakni LNG Tangguh Bintuni yang juga mengkarantina karyawannya di Ambon, menggunakan fasilitas hotel di kota ini dengan seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pihak perusahaan. "Jadi, masyarakat Ambon tidak perlu khawatir karena para karyawan LNG Tangguh Bintuni ini sebelum berangkat ke Ambon untuk menjalani masa karantina, terlebih dahulu melakukan serangkaian tes termasuk mengikuti RDT, dan dinyatakan negatif dari Covid-19," jelasnya. Pihak Gugus Tugas, lanjut Kasrul, tidak akan mengizinkan bila para karyawan LNG Tangguh Bintuni tidak mengikuti prosedur tersebut. "Kita juga tidak lantas menerima mereka begitu saja, tanpa melalui serangkaian proses sehingga kita juga aman," tandasnya. (HumasMaluku) |
| Kasrul Selang Sebut Alasan Menerima Karyawan Migas Tangguh Bintuni Karantina di Maluku Posted: 12 May 2020 03:54 PM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Perusahaan migas LNG Tangguh di Bintuni, Papua Barat, mengajukan permohonan agar Maluku menjadi tempat karantina bagi para karyawannya, sebelum memasuki area pengeboran gas alam yang berada di perut Teluk Bintuni tersebut. Para karyawan ini sebelum dikirim ke Ambon, telah melakukan serangkaian tes kesehatan termasuk Rapid Diagnostic Test (RDT), dan dinyatakan negatif dari Covid-19. "Tugas kita di Gugus Tugas Provinsi Maluku, maupun Kota Ambon dan Maluku Tengah hanya supervisi. Pertimbangkan kita, ini industri strategis nasional, minyak dan gas, dan industri ini harus tetap berjalan untuk mencukupi kebutuhan kita akan minyak dan gas," ketua Ketua Pelasana Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada pers di Ambon, Jumat (8/5). Dikatakannya, perusahaan pengeboran migas di Bintuni meminta agar Ambon menjadi tempat karantina untuk pra-kerja karyawannya. Para karyawan ini diterbangkan ke Ambon untuk dikarantina selama 14 hari, sebelum diizinkan memasuki area pengeboran. "Dari Bintuni ke Ambon mereka sudah melakukan RDT, untuk memastikan mereka sehat dari Covid-19 atau tidak? Baru kemudian mereka bisa naik pesawat. Pesawat Wings yang mereka pakai kapasitasnya 70 penumpang, namun hanya dipakai untuk 25 hingga 35 tempat duduk saja," jelasnya. Sampai di bandara Pattimura Ambon, para karyawan ini dijemput oleh Bus yang disediakan dan dikoordinasikan oleh perusahaan, baru kemudian dibawa ke hotel yang telah disiapkan sebagai tempat karantina. Hotel yang dianggap memenuhi syarat oleh perusahaan Gas Tangguh ini adalah Hotel Santika di Ambon, dan Hotel Natsepa di Maluku Tengah. "Hotel-hotel ini dianggap memenuhi syarat, artinya dari sisi perhotelan, kamarnya, dan seterusnya. Mereka di karantina tanpa berinteraksi dengan siapa pun. Karyawan hotel juga dilakukan RDT, supaya jangan sampai karyawan hotel malah yang berpotensi menularkan (Covid-19, red) ke mereka yang tanda kutip, sudah dinyatakan sehat karena sudah RDT," bebernya. Pada hari kesepuluh karantina nanti, jelas Kasrul, para karyawan ini sudah harus mempersiapkan diri untuk menuju daerah pengeboran di Bintuni. Sebelum kesana, mereka akan melakukan tes Sweb lagi. Meskipun telah melakukan serangkaian tes kesehatan termasuk RDT dan karantina, namun untuk meyakinkan perusahaan, para karyawannya ini juga harus melakukan tes Sweb Covid-19. "Untuk dokter dan sebagainya, disiapkan oleh mereka sendiri. Setelah itu baru mereka yang sehat dikirim kembali ke Bintuni dengan pesawat carteran. Kalau misalnya mereka positif, maka mereka akan melaporkan ke kita," ungkapnya. Lebih lanjut, Kasrul yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku ini menegaskan, para karyawan yang di karantina di Maluku ini bukanlah expatriate atau tenaga asing. "Semua yang datang kesini, bukan tenaga asing. Mereka tenaga kerja Indonesia yang sedang cuti. Sebelum mereka masuk kembali ke area pengeboran, dipastikan kesehatan mereka tidak tertular Covid-19. Mereka datang ke Ambon untuk karantina pun, sebenarnya sudah dalam keadaan sehat karena sudah lakukan serangkaian tes kesehatan. Ini hanya prosedur perusahaan saja," tandasnya. (HumasMaluku) |
| Murad Ismail Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Maluku, Rizal Suhaeli Posted: 12 May 2020 11:24 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengukuhkan Rizal Suhaeli sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku, Jumat (08/05/2020). Rizal Suhaeli menggantikan Nasmivida yang telah memasuki masa purnabakti sebagai seorang Aparatur Sipil Negara. Dalam sambutannya, gubernur mengatakan mutasi jabatan dalam birokrasi pemerintahan merupakan suatu hal yang lazim sebagai bagian dari upaya peningkatan akselerasi dan kinerja organisasi. Dan untuk merespon berbagai tuntutan lingkungan strategis dan menjawab harapan yang berkembang di masyarakat. Gubernur juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pengukuhan jabatan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku. Proses ini dinilai sebagai bagian dari panggilan tugas dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa dan negara, yang tentunya akan menciptakan pembaharuan semangat dan penyegaran pemikiran. "Atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, saya menyampaikan selamat kepada saudara Rizal Suhaeli yang akan menjalankan tugas dan ucapan terimakasih kepada saudara Nasmivida yang telah mengabdi di Maluku," ungkap gubernur. Dikatakan, sebagai instansi pengawasan internal pemerintah yang berkedudukan langsung di bawah presiden, BPKP memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang lebih profesional, transparan dan akuntabel. Masih kata gubernur, peran BPKP dijalankan dengan memperkuat pengawasan internal atas akuntabilitas keuangan negara dan daerah, serta membina penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di lingkungan Pemerintah Pusat dan Daerah. "Peran Perwakilan BPKP di Provinsi Maluku telah memberikan kontribusi positif terhadap perbaikan kualitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah, melalui kegiatan consultancy dan assurance, serta menjadi mitra kerja Pemerintah Daerah dalam memberikan early warning system berupa pendampingan dan perbaikan pada semua aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah ini," kata Gubernur. Pada kesempatan ini, Gubernur berharap agar dukungan dan kemitraan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota se-Maluku bersama dengan Perwakilan BPKP yang sudah terjalin selama ini, dapat ditingkatkan terus, terutama dalam upaya peningkatan kompetensi teknis aparatur pengelola keuangan daerah, baik di Pemerintah Daerah Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Maluku. Baik dalam pengelolaan maupun pelaporan keuangan daerah, sehingga kedepan dapat meningkatkan kinerja tatakelola keuangan daerah. "Saya berharap Kepala BPKP dapat membantu sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaannya,"tandas gubernur. (HumasMaluku) |
| Pemprov Maluku Rapat Teleconference Bersama KPK RI Posted: 12 May 2020 06:24 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggelar rapat Koordinasi dan Evaluasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi via Teleconfrence, Rabu (06/05/2020). KPK diwakili Unit Koordinasi Wilayah VII dari Satgas Koordinasi Pencegahan KPK yakni Adlinsyah M. Nasution selaku Korwil Wilayah VII. Sementara Pemerintah Daerah Maluku diwakili Sekretaris Daerah, Kasrul selang, didampingi Sekda Kabupaten/Kota se-Maluku, Inspektur di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kepala Badan dan kepala dinas terkait. Di rakor itu, Kasrul menghimbau seluruh jajaran pemerintahan di tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten/Kota, tidak main-main saat menggunakan anggaran negara untuk kepentingan belanja barang dan jasa pencegahan pandemi virus Corona. "Karena masalah virus ini adalah masalah bersama, diharapkan kepada Pemkab/Kota hingga pemerintah desa dan masyarakat, bisa bersatu dan bergotong royong melawan Virus mematikan ini. Utamanya, partisipasi bagi masyarakat luas, atau segala elemen masyarakat harus saling peduli," himbaunya. Kasrul menjelaskan, KPK RI mendorong keterlibatan aktif Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk melakukan pengawalan dan pendampingan mengenai proses pelaksanaan PBJ dengan berkonsultasi kepada LKPP. "Pemerintah daerah akan selalu bekerjasama dengan Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk ikut mengawal penggunaan anggaran sesuai petunjuk tekhnis (Juknis) pencegahan Covid-19 di wilayah Maluku,"jelasnya. Menurut Kasrul, mengenai penanganan pencegahan virus dan dampak-dampaknya, pihaknya telah melaksanakan rapat selama tiga hari berturut-turut dengan Bupati dan Sekda Kabupaten/Kota se-Maluku. "Dari sisi penyebaran, boleh dibilang sekarang semua gugus di kabupaten/kota sudah mulai mengambil kebijakan-kebijakan yang sudah mengarah kepada tentang bagaimana cara dari KPK," tambah Kasrul. Sementara itu, anggota Satgas Pencegahan Korwil VII KPK, Ben Hardy Saragih mengatakan, rapat koordinasi dan evaluasi tersebut dilakukan untuk penyampaian hasil evaluasi atas pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi (Renaksi) di wilayah Maluku selama tahun 2019. Ada 8 sektor yang ditargetkan, mulai dari perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu dan kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), dana desa, optimalisasi penerimaan daerah, dan manajemen aset daerah. "Untuk tahun 2020, terdapat sejumlah fokus kegiatan Koordinasi Pencegahan selain 8 sektor tersebut yaitu Aset daerah (sertifikasi, aset bermasalah, Fasum dan Fasos), Optimalisasi Pendapatan (H2H BPHTB dan PBB, Alat rekam transaksi) dan BUMD (Optimalisasi peran PT Bank Maluku-Malut)," katanya. Selain dua hal tersebut, lanjut Saragih, juga dilakukan pengawasan terkait penanganan Covid-19 Pemerintah Daerah sesuai dengan Surat Edaran Pimpinan Nomor 8 Tahun 2020 Tanggal 2 April 2020 Tentang Penggunaan Anggaran Pelaksanaan PBJ dalam Rangka Percepatan Covid-19. Ini terkait dengan Pencegahan TPK dan juga Surat Edaran Pimpinan KPK No. 11 Tahun 2020 tentang Penggunaan DTKS dan data DTKS dalam pemberian Bantuan Sosial ke Masyarat dan juga aturan terkait mengenai penanganan Covid 19. "Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi antara KPK dan Pemda dalam usaha mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan dan juga pencegahan korupsi di wilayah Maluku, baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat wilayah Maluku," tutupnya. (HumasMaluku) |
| Gustu COVID-19 Maluku Diskusi Bersama Lawan Berita Bohong Posted: 12 May 2020 05:24 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Maraknya berita bohong (hoax) di tengah mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19), kian meresahkan masyarakat. Termasuk di Maluku berita hoaks kerap membuat panik, seiring lajunya penyebaran informasi yang tidak terkendali. Menyikapi hal ini, Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Selasa (05/05/2020) menggelar rapat bersama organisasi profesi membahas upaya menangkal berita hoaks di tengah masyarakat. Sejumlah organisasi profesi yang terlibat adalah, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Komisi Informasi Publik (KIP), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ikatan Jurnalis Televisi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Komnas HAM, Ombudsmen, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan Komisi A DPRD Maluku dan pihak TNI, Polri. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai VI Kantor Gubernur itu dipimpin langsung Ketua Harian Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Maluku, Kolonel Arm. Jimmy Aritonang mengatakan, dukungannya untuk informasi terkait Covid-19, sebaiknya disampaikan satu pintu. "Jika kita merujuk di tingkatan pusat (terkait informasi Covid-19) maka informasi-informasi yang disampaikan oleh juru bicara Covid-19, itulah yang menjadi patokan diterima seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya. "Jadi apapun yang terjadi, harus itu disampaikan oleh Gustu Covid-19 di Provinsi Maluku, melalui pejabat yang sudah di tunjuk. Itulah yang menjadi patokan kita," tambah Kabinda. Ia mengakui, belakangan ini banyak informasi yang diikuti melalui melalui media sosial ataupun rumor di masyarakat tidak akan ada habisnya. Untuk itu, Binda Maluku akan turut membantu memberikan informasi kepada masyarakat khsususnya di media sosial, berupa link-link berita yang disampaikan oleh media. "Kami selalu mem-viralkan berita-berita yang link-linknya resmi ke medsos. Karena apapun yang kita sampaikan kepada masyarakat, dasarnya harus pasti. Tidak bisa dasarnya itu hanya kata si pejabat A, pejabat B," jelasnya. Hal yang sama juga sering dilakukan pihaknya dengan mengcounter berita-berita yang simpang siur. "Selalu kami mencap hoaks atau pun kami berusaha mem-takedown akun-akun yang menyampaikan berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta," terangnya. Ia juga menyampaikan, rasa syukur terhadap data pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku yang tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan provinsi lain. "Beberapa hari saya mengikuti data terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku tidak bertambah. Kemudian kasus-kasus belum ada yang meninggal walaupun ada simpang siur ada yang meninggal karena sakit atau positif dan sebagainya. tetapi patut kita syukuri bahwa kasus positif di wilayah Maluku ini tidak seperti wilayah-wilayah lain. Mudah-mudahan tidak terjadi penambahan-penambahan,"harapnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, M. Roem Ohoirat dalam penjelasannya mengatakan, berita hoaks akan memberikan dampak terhadap psikologis masyarakat, karena menimbulkan keresahan dan ketakutan. Padahal saat pandemi Covid-19 melanda, hal seperti itu sangat berpengaruh terhadap imun tubuh. "Salah satu faktor yang bisa menghambat imun adalah masalah psikologi. Imun itu dapat tumbuh dengan baik karena psikologi yang baik. Kalau kita ketakutan terus ya," ujarnya. Dia memberikan contoh beberapa waktu lalu ada pemberitaan mengenai 12 orang anggota Polri yang positif berdasarkan hasil rapid test. Informasi ini langsung diberitakan oleh beberapa media cetak dengan judul 12 orang calon perwira Polri dinyatakan positif Covid-19. "Memang isi pemberitaan itu dijelaskan berdasarkan rapid test, tetapi masyarakat pasti ada yang tidak tahu rapid test itu apa, PCR itu apa. Yang penting di bilang positif ya mereka anggap sudah positif. Makanya, perlu ada penjelasan lebih lanjut dari teman-teman media. Untuk itu, kata Ohoirat, hal ini menjadi tanggungjawab bersama, terutama rekan- rekan media untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga psikologi masyarakat itu tidak terlalu ketakutan. |
| 29 Pasien COVID-19, 52 ODP dan 21 PDP di Maluku per 12 Mei 2020 Posted: 12 May 2020 05:24 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan perkembangan laporan penyebaran Pandemic Virus Corona atau Novel Coronavirus (Covid-19) Provinsi di 11 Kabupaten dan Kota per Selasa (12/05/2020) pukul 12.00 WIT. Melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku menyatakan jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 50 jiwa dan 17 pasien diantaranya dinyatakan sembuh. Kemudian jumlah Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 52 dengan rincian ambon 49 jiwa, Buru 2 jiwa dan Buru Selatan (Bursel) 1 jiwa. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 21 jiwa dengan rincian Ambon 11 jiwa, Bursel 1 jiwa, Buru 1 jiwa, Seram Bagian Barat (SBB) 1 jiwa, Seram Bagian Timur 1 jiwa, Maluku Tengah 5 jiwa dan Maluku Tenggara (Malra) 1 jiwa serta 2 pasien positif corona terdapat di Ambon 27 jiwa, Malteng 1 jiwa dan Buru 1 jiwa. Tim gugus Covid-19 Maluku mengatakan dalam mencermati perkembangan dalam menghadapi pandemic tersebut dengan bersatu, saling mendukung, saling menjaga untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan selalu berupaya untuk mempertahankan masyarakat tetap sehat dengan jaga jarak ketika bertemu, jangan bersentuhan, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan gunakan masker dikerumunan. (Laura Sobuber) |
| 15 Pasien COVID-19, 53 ODP dan 19 PDP di Maluku per 11 Mei 2020 Posted: 12 May 2020 05:24 AM PDT
AMBON, LELEMUKU.COM – Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan perkembangan laporan penyebaran Pandemic Virus Corona atau Novel Coronavirus (Covid-19) Provinsi di 11 Kabupaten dan Kota per Senin (11/05/2020) pukul 12.00 WIT. Melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku menyatakan jumlah pasien positif covid-19 sebanyak 36 jiwa dan 17 pasien diantaranya dinyatakan sembuh. Kemudian jumlah Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 53 dengan rincian ambon 49 jiwa, Buru Selatan (Bursel) 1, Buru 2 dan Kepulauan Aru 1 jiwa. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 21 jiwa dengan rincian Ambon 11 jiwa, Bursel 1 jiwa, Buru 1 jiwa, Seram Bagian Barat 1 jiwa, Seram Bagian Timur (SBT) 1 jiwa, Maluku Tengah (Malteng) 3 jiwa dan Maluku Tenggara (Malra) 1 jiwa serta 2 pasien positif corona terdapat di Ambon 27 jiwa, Malteng 1 jiwa dan Buru 1 jiwa. Tim gugus Covid-19 Maluku mengatakan dalam mencermati perkembangan dalam menghadapi pandemic tersebut dengan bersatu, saling mendukung, saling menjaga untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan selalu berupaya untuk mempertahankan masyarakat tetap sehat dengan jaga jarak ketika bertemu, jangan bersentuhan, cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan gunakan masker dikerumunan. (Laura Sobuber) |
| Juliana Ratuanak Nilai 52 Pelaku Perjalanan Butuh Disiplin Posted: 12 May 2020 05:24 AM PDT
SAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dr. Juliana Chatarina Ratuanak menilai para pelaku perjalanan di rumah karantina terpusat butuh disiplin lebih. Ia mengatakan dari sebanyak 52 pelaku perjalanan, yang terdiri dari dari 30 mahasiswa, 12 petugas PLN, 10 anggota Polri dan TNI bersama istri dari Kota Ambon dan Tual dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 103 pada Minggu (10/05/2020) pukul 11.00 WIT itu masih belum mengikuti standar protocol kesehatan yang ditetapkan. "Kendala kami peserta sangat sulit diatur, mereka berkumpul dan merokok. Tidak disiplin dengan membuka baju dan saling menyentuh sama lain," nilai dia yang juga selaku Koordinator Bidang Penanganan Sub Bidang Karantina Isolasi dan Sub Bidang Penanganan Medis pada Senin (11/05/2020). Juliana berharap para petugas TNI dan Polri dapat turut melakukan penjagaan dan pengamanan di ring tiga yang berlokasi di areal dalam rumah karantian agar membantu menertibkan para peserta karantina yang kurang disiplin. Namun menurutnya hal itu belum bisa terwujud karena masih kurang Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. "APD kami juga kurang memadai, sehingga TNI dan Polri masih belum bertugas di ring tiga dan hanya di areal ring satu," ungkapnya. Kemudian Bupati Petrus Fatlolon, SH., MH mengatakan tingkat kepatuhan mengikuti aturan di rumah karantina berkaitan dengan karakter para peserta karantina. Sehingga dirinya pun meminta agar para relawan dan seluruh Tim Gustu COVID-19 lebih tegas lagi dalam memberi himbauan dengan menggunakan pengeras suara. "Saya kira ini semua berkaitan dengan karakter manusia. Kalau orang merokok walaupun kita larang, pasti mereka akan melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Ini soal karakter orang per orang atau pribadi. Saya usulkan tegur mereka pakai pengeras suara dengan menyebutkan kapasitas kita dalam penanganan COVID-19 ini," pintanya. (Laura Sobuber) |
| Syahrul Yasin Limpo Launching Inovasi Antivirus Berbasis Eucalyptus ala Kementerian Pertanian Posted: 11 May 2020 10:02 PM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) melaunching inovasi antivirus berbasis eucalyptus di ruang utama Agriculture War Room (AWR), Jakarta, Jumat (8/5/2020). Produk inovasi ini merupakan hasil uji lab para peneliti pertanian yang dinilai mampu menangkal penyebaran virus.Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang didampingi Kepala Balitbangtan Fajry Jufri dan Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono mengatakan, bahwa terobosan ini memiliki hasil pengujian eucalyptus terhadap virus influenza, virus Beta dan gamma corona yang menunjukkan kemampuan membunuh virus sebesar 80-100 persen. "Bahkan Balitbangtan membuat beberapa prototipe eucalyptus dengan nano teknologi dalam bentuk inhaler, roll on, salep, balsem, dan defuser. Kami akan terus kembangkan dengan target utamanya korban terpapar virus covid 19," kata Mentan. Sebagai informasi, saat ini ada sekitar 700 jenis eucalyptus di dunia dengan kandungan bahan aktif yang beragam. Namun bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus. "Insyaallah ini akan berhasil. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk takut terhadap virus ini, tetapi kita juga harus terus waspada. Saya berharap inovasi ini bisa cepat dibagikan kepada masyarakat luas," katanya. Sementara itu, Kepala Balitbang Fajry Jufri menjelaskan bahwa penelitian ini sebenarnya adalah hasil identifikasi melalui beberapa tanaman herbal dari jamu-jamuan seperti temulawak, jahe, jambu biji, dan minyak Atsiri. Kemudian setelah dilakukan uji efektivitas bahan aktif yang terkandung didalamnya, maka langkah selanjutnya adalah membawa hasil penelitian ke laboratorium. Baru setelahnya inovasi ini bisa dikarakan sebagai produk kekebalan tubuh dan tahan terhadap paparan virus. "Kami sudah mencobanya ke paduan yang terpapar virus covid-19 dan hasilnya sangat baik. Namun untuk itu kita masih harus menunggu untuk dapat didistribusikan," katanya. Di samping itu, manfaat dari eucalyptus ini adalah melegakan saluran pernapasan, kemudian menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut. "Dalam waktu dekat kita akan kembangkan secara luas sesuai arahan dan Presiden dan Menteri Pertanian," tutupnya. (PSP) |
| You are subscribed to email updates from #Lelemuku | Berita Lelemuku - Berita Terbaru dan Terkini. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.











