Bali, Pulau Dewata yang Menjadi Rumah bagi Beragam Suku dan Agama

Bali, Pulau Dewata yang Menjadi Rumah bagi Beragam Suku dan Agama

DENPASAR, LELEMUKU.COM – Provinsi Bali dikenal sebagai Pulau Dewata dengan mayoritas penduduk beragama Hindu. Namun, di balik identitas tersebut, Bali adalah rumah bagi beragam suku dan agama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2026, penduduk Bali berjumlah 4.389.118 jiwa dengan mayoritas etnis Bali. Data Kementerian Agama mencatat bahwa 86,36 persen warga provinsi Bali menganut agama Hindu.

Agama lainnya adalah Islam sebanyak 10,30 persen. Kemudian Kekristenan sebanyak 2,64 persen dengan rincian Protestan sebanyak 1,77 persen dan Katolik sebanyak 0,87 persen. Sebagian lagi menganut agama Buddha sebanyak 0,68 persen yang umumnya berada di Kota Denpasar. Kemudian Konghucu sebanyak 0,01 persen, dan penganut kepercayaan kurang dari 0,01 persen.

Untuk sarana rumah ibadah, umat Hindu memiliki 4.502 Kahyangan Tiga, 239 Dang Kahyangan, dan 11 Sad Kahyangan. Kemudian terdapat 254 masjid, 564 gereja Protestan, 97 rumah ibadah Katolik, 66 rumah ibadah Buddha, dan 3 rumah ibadah Konghucu.

Masyarakat suku Bali umumnya beragama Hindu. Sementara penduduk Jawa, Sunda, Sasak, dan Melayu umumnya beragama Islam. Beberapa orang asli suku Bali juga ada yang memeluk agama Islam. Pemeluk agama Kristen umumnya berasal dari penduduk Nusa Tenggara Timur, Papua, suku Batak, Minahasa, dan Tionghoa.

Ada satu desa yakni Desa Blimbing Sari di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk. Desa ini merupakan desa Kristen di mana warganya adalah asli suku Bali. Bahkan gerejanya bentuknya mirip Pura.

Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, komposisi etnis di Provinsi Bali didominasi oleh suku Bali sebanyak 3.336.065 jiwa atau 85,97 persen. Suku Jawa sebanyak 372.514 jiwa atau 9,60 persen. Suku Madura sebanyak 29.864 jiwa atau 0,77 persen. Suku Melayu sebanyak 22.926 jiwa atau 0,59 persen. Suku Sasak sebanyak 22.672 jiwa atau 0,58 persen.

Selanjutnya, asal NTT sebanyak 19.698 jiwa atau 0,51 persen. Tionghoa sebanyak 14.970 jiwa atau 0,38 persen. Sunda sebanyak 11.630 jiwa atau 0,30 persen. Bugis sebanyak 9.287 jiwa atau 0,24 persen. Batak sebanyak 6.489 jiwa atau 0,17 persen. Suku lainnya sebanyak 34.609 jiwa atau 0,89 persen.

Bahasa yang digunakan di Bali adalah bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. Bahasa Bali dan bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali. Sebagaimana penduduk Indonesia lainnya, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0