Subak, Sistem Irigasi Bali yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia

Subak, Sistem Irigasi Bali yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia

TABANAN, LELEMUKU.COM – Di Provinsi Bali, terdapat sebuah sistem irigasi tradisional yang telah berusia ratusan tahun. Namanya Subak.

Subak dikembangkan pada masa ketika masyarakat Bali mengembangkan sistem irigasi yang kompleks untuk menanam padi di ladang basah. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya yang masih dipraktikkan hingga saat ini dapat ditelusuri hingga periode tersebut.

Persawahan Jatiwulih yang masuk UNESCO terletak di Kabupaten Tabanan. Sistem Subak menjadi bukti kearifan lokal masyarakat Bali dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Naturalis Welsh, Alfred Russel Wallace, dalam memoar perjalanannya Kepulauan Melayu, menulis tentang pengalamannya di Bali. Ia banyak menyebutkan metode irigasi Bali yang unik. Wallace menulis bahwa ia tercengang dan gembira karena belum pernah melihat distrik yang begitu indah dan berbudaya di luar Eropa.

Wallace menggambarkan dataran yang sedikit bergelombang membentang dari pantai sekitar ke pedalaman, yang dibatasi oleh jajaran bukit berhutan dan berbudaya. Rumah-rumah dan desa-desa, ditandai oleh rumpun-rumpun pohon kelapa, asam jawa, dan pohon buah-buahan lainnya, tersebar di setiap arah. Di antara mereka terbentang sawah yang mewah, diairi oleh sistem irigasi yang rumit.

Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut, atau yang biasa disebut Tri Hita Karana. Pawongan merupakan para penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni rumah dan lingkungannya.

Kabupaten Tabanan beribu kota di Singasana. Wilayah ini memiliki luas 848,539 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2025 sebanyak 478.393 jiwa. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan dengan 133 desa.

Rumah adat Bali yang sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali, bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan, masih dapat dijumpai di berbagai daerah di Bali. Pada umumnya bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu dipenuhi hiasan berupa ukiran, peralatan, serta pemberian warna. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0