Puputan Badung, Perlawanan Rakyat Bali yang Berakhir dengan Pengorbanan

Puputan Badung, Perlawanan Rakyat Bali yang Berakhir dengan Pengorbanan

MANGUPURA, LELEMUKU.COM – Dalam sejarah perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan Belanda, terdapat peristiwa yang dikenal dengan nama Puputan. Peristiwa ini terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Badung.

Belanda melancarkan serangan besar-besaran di wilayah Sanur melalui laut dan darat pada tahun 1906. Serangan ini disambut oleh ribuan anggota keluarga kerajaan dan pengikut mereka. Alih-alih menyerah kepada kekuatan Belanda yang lebih unggul, mereka melakukan ritual bunuh diri atau puputan untuk menghindari penghinaan karena menyerah.

Meskipun Belanda menuntut untuk menyerah, diperkirakan 200 orang Bali memilih bunuh diri daripada menyerah. Dalam intervensi Belanda di Bali, bunuh diri massal serupa terjadi saat menghadapi serangan Belanda di Klungkung.

Setelah peristiwa itu, gubernur Belanda menjalankan kendali administratif atas pulau tersebut. Namun, kendali lokal atas agama dan budaya pada umumnya tetap utuh. Kekuasaan Belanda atas Bali datang kemudian dan tidak pernah mapan seperti di wilayah lain di Indonesia seperti Jawa dan Maluku.

Monumen Puputan di Denpasar menjadi penanda peristiwa heroik tersebut. Monumen ini berdiri sebagai pengingat bagi generasi penerus tentang keberanian dan pengorbanan rakyat Bali dalam mempertahankan martabat.

Kendali politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau tersebut. Belanda mengadu domba berbagai kerajaan Bali yang bersaing satu sama lain. Pada akhir tahun 1890-an, pertikaian antara kerajaan-kerajaan Bali di selatan pulau tersebut dieksploitasi oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.

Pada bulan Juni 1860, naturalis Welsh yang terkenal, Alfred Russel Wallace, melakukan perjalanan ke Bali dari Singapura. Ia mendarat di Buleleng di pantai utara pulau tersebut. Perjalanan Wallace ke Bali berperan penting dalam membantunya menyusun teori Garis Wallace. Garis Wallace adalah batas fauna yang membentang melalui selat antara Bali dan Lombok.

Kabupaten Badung beribu kota di Mangupura. Wilayah ini memiliki luas 397,395 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2025 sebanyak 537.739 jiwa. Kabupaten Badung terdiri dari 6 kecamatan dengan 16 kelurahan dan 46 desa. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0