Jalak Bali, Burung Endemik yang Terancam Punah di Pulau Dewata

Jalak Bali, Burung Endemik yang Terancam Punah di Pulau Dewata

NEGARA, LELEMUKU.COM – Provinsi Bali memiliki fauna resmi yang menjadi identitas pulau tersebut. Fauna itu adalah jalak Bali, burung endemik yang sangat terancam punah.

Jalak Bali merupakan burung endemik dari Pulau Bali. Keberadaannya kini sangat terancam punah. Bali terletak tepat di sebelah barat Garis Wallacea, sehingga memiliki fauna yang bercirikan Asia. Pengaruh Australasia sangat sedikit, dan fauna Bali lebih mirip dengan Jawa dibandingkan dengan Lombok.

Pengecualian terdapat pada kakatua jambul kuning, anggota dari keluarga burung yang sebagian besar berasal dari Australasia. Terdapat sekitar 280 spesies burung di Bali. Spesies lainnya antara lain layang-layang batu, kepudang kuduk-hitam, gagak ekor-raket hitam, elang ular bido, walet pohon berjambul, burung srigunting, burung gereja jawa, bangau tongtong, cendet, bangau susu, layang-layang laut, layang-layang merah, cekakak suci, elang laut, burung layang-layang, cabak sawah, cekakak sungai, merbah cerukcuk, dan kuntul besar.

Hingga awal abad ke-20, Bali kemungkinan menjadi rumah bagi beberapa mamalia besar seperti banteng, macan tutul, dan harimau Bali yang endemik. Banteng masih ada dalam bentuk domestik. Macan tutul hanya ditemukan di Jawa. Harimau Bali telah punah. Catatan terakhir harimau di Bali adalah pada tahun 1937 saat seekor harimau ditembak, meskipun subspesies ini mungkin masih bertahan hingga tahun 1940-an atau 1950-an.

Dua spesies monyet Dunia Lama terdapat di Bali. Monyet ekor panjang, yang dikenal secara lokal sebagai kera, sangat umum di sekitar pemukiman manusia dan pura. Mereka terbiasa diberi makan oleh manusia, terutama di tiga pura hutan monyet seperti yang populer di daerah Ubud. Monyet kedua, yang endemik di Jawa dan beberapa pulau sekitar seperti Bali, jauh lebih langka dan sulit ditemukan, yaitu lutung Jawa.

Terumbu karang yang kaya di sekitar pantai menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut. Di antaranya penyu sisik, ikan mola-mola, pari manta raksasa, belut moray raksasa, ikan kakaktua tonjol, hiu martil, hiu karang, barakuda, dan ular laut. Lumba-lumba sering dijumpai di pantai utara dekat Singaraja dan Lovina.

Kabupaten Jembrana beribu kota di Negara. Wilayah ini memiliki luas 847,515 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2025 sebanyak 330.221 jiwa. Kabupaten ini terdiri dari 5 kecamatan dengan 10 kelurahan dan 41 desa. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0