Darurat Sampah Plastik di Pantai Bali, Ancaman bagi Pariwisata

Darurat Sampah Plastik di Pantai Bali, Ancaman bagi Pariwisata

KUTA, LELEMUKU.COM – Pada tahun 2017, Provinsi Bali menerima hampir 5,7 juta wisatawan. Namun, di balik lonjakan kunjungan tersebut, muncul masalah serius yang mengancam keberlanjutan pariwisata.

Pejabat pemerintah saat itu menyatakan darurat sampah sebagai respons atas tumpukan sampah plastik yang menutupi garis pantai sepanjang 3,6 mil. Sampah tersebut terbawa oleh pasang laut. Muncul kekhawatiran bahwa polusi tersebut dapat membuat wisatawan enggan kembali.

Indonesia merupakan salah satu pencemar plastik terburuk di dunia. Beberapa perkiraan menyebutkan bahwa negara ini menyumbang sekitar 10 persen dari sampah plastik dunia. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Bali sebagai destinasi wisata utama.

Eksploitasi berlebihan oleh industri pariwisata juga telah menyebabkan 200 dari 400 sungai di pulau ini mengering. Penelitian menunjukkan bahwa bagian selatan Bali akan menghadapi kekurangan air. Untuk mengurangi kekurangan tersebut, pemerintah pusat berencana membangun fasilitas penampungan dan pengolahan air di Sungai Petanu, Gianyar.

Laporan Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2010 tentang indeks kualitas lingkungan memberikan Bali skor 99,65. Ini merupakan skor tertinggi dari 33 provinsi di Indonesia. Skor tersebut mempertimbangkan tingkat padatan tersuspensi total, oksigen terlarut, dan kebutuhan oksigen kimiawi dalam air.

Erosi di Pantai Lebih telah menyebabkan tujuh meter lahan hilang setiap tahunnya. Beberapa dekade lalu, pantai ini digunakan untuk ziarah suci oleh lebih dari 10.000 orang. Kini mereka telah berpindah ke Pantai Masceti.

Di wilayah Sanur, Kuta, dan Ubud, gentrifikasi telah mencapai tahap matang. Meskipun warga lokal tidak mengalami penggusuran secara fisik, mereka telah tersisih secara sosial dan ekonomi. Pariwisata kini berfungsi seperti kekuatan yang tidak bisa diganggu gugat. Warga akhirnya menerima perubahan, meskipun dengan enggan, karena mereka juga bergantung pada pendatang untuk pertumbuhan ekonomi.

Kabupaten Klungkung beribu kota di Semarapura. Wilayah ini memiliki luas 312,115 kilometer persegi dengan jumlah penduduk pada tahun 2025 sebanyak 223.723 jiwa. Kabupaten ini terdiri dari 4 kecamatan dengan 6 kelurahan dan 53 desa. (Evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0