Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan Rajin

Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan Rajin


Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan Rajin

Posted: 08 May 2020 08:13 PM PDT

Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan RajinSAUMLAKI, LELEMUKU.COM – Bupati Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Petrus Fatlolon, SH., MH memotivasi para generasi muda di daerah tersebut selalu rajin dan giat bekerja dan jangan malas-malasan, sebab menurutnya orang malas tidak akan pernah berhasil dalam hidup.

Hal itu ia sampaikan kepada anak-anak kecil yang spontan ikut membantunya saat merapihkan taman bunga sembari berolahraga pagi di Jalan Poros Saumlaki. Dalam percakapannya bersama anak-anak, Fatlolon bertanya apakah mereka sering membantu orangtua dan pekerjaan apa yang mereka lakukan. Kemudian anak-anak itu menjawab bahwa mereka sudah bisa  menimba air, cuci piring, menyapu dan mengepel rumah.

"Kalau orang malas tidak akan berhasil, kamu bantu orangtua tidak dirumah. Bantu apa saja?  Trus kamu sudah latihan masak kah belum? Siapa yang bisa masak nasi, tetapi nasinya tidak jadi bubur kan," tanya dia. 

Kemudian Fatlolon kembali bertanya, siapa yang sudah bisa memasak nasi. Anak-anak itu pun menjawab mereka bisa, lalu putra Meyano itu kembali melemparkan pertanyaan, bagaimana caranya agar memasak nasi dan tidak menjadi bubur. Setelah itu, salah satu anak pun menjawab bahwa caranya adalah ukuran air dan beras harus sama agar nasi tidak menjadi bubur.

"Jadi ukuran beras setinggi ruas jari begini, maka air juga setinggi itu. Betul ade bilang benar, itu nasinya jadi bagus tetapi kalau air lebih, maka nasi akan jadi bubur, kalau air kurang nasi akan keras. Jadi anak-anak musti bantu orangtua ya, untuk masak , cuci piring itu wajib," ajaknya.
Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan Rajin
Menyelesaikan percakapannya bersama anak-anak, Bupati pun kembali mengingatkan mereka untuk rajin belajar dan berdoa, karena untuk menjadi juara di kelas harus menjadi anak pintar dan menjadi anak yang pintar hanya dengan rajin belajar dan berdoa.

"Siapa yang dapat juara satu disekolah, anak-anak tahu tidak, kenapa sampai dia dapat juara? Karena pintar. Kenapa sampai dia pintar? Karena rajin belajar, tidak ada orang pemalas yang pintar, kalau mau pintar harus rajin belajar. Kalau di rumah kamu berdoa dengan orangtua, siapa yang berdoa? Lalu orangtua beri kesempatan kamu berdoa tidak? Anak-anak harus ikut berdoa bersama orangtua ya," pinta dia. 

Sebelumnya Bupati Fatlolon pun pernah membeberkan kisah hidupnya, dimana tantangan hidup yang berat dan keras telah membuat dirinya sebagai pribadi yang hebat dan menjadi berkat bagi sesama.

"Menjadi seorang yang hebat ternyata harus ditempuh lewat tantangan hidup yang luar biasa," ungkap dia kepada Lelemuku.com pada Senin (20/05/2019) lalu.

Bersihkan Taman Bunga Bersama, Petrus Fatlolon Ajak Generasi Muda Tanimbar Selalu Giat dan RajinBupati Fatlolon mengisahkan perjalanan hidupnya yang diawali pada usia sembilan tahun saat dirinya duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Petrus kecil selalu mendapat tugas rutin dari sang ibu, yaitu sebelum berangkat sekolah dirinya harus berjualan sayur dan bawang.

Menginjak usia 12 tahun ia harus merasakan kepahitan hidup dimana kehilangan sosok ibu yang penyanyang. Setelah lulus SD Petrus remaja diantar sang Ayah untuk bersekolah di Kota Ambon.

Disana ia tinggal dan melakukan segala hal seorang diri hingga bekerja untuk bertahan hidup mulai dari menjadi kondektur angkot, tukang sapu bioskop, tukang pikul air dan meja jualan pedagang serta kenek perahu Poka ke Galala. Puncaknya Fatlolon putus kuliah dan memilih meninggalkan sanak saudara untuk merantau ke Provinsi Papua.

Perjalanannya itu, kini mengantarkannya pada kesuksesan saat ini dimana lewat penjalanan hidup yang berat dengan begitu banyak kisah yang memiluhkan tersebut membuat Fatlolon mampu berdiri untuk membuat perubahan di kampung halaman Tanimbar dengan membawa visi besar, yaitu menjadikan masyarakat Kepulauan Tanimbar yang sehat, cerdas, berwibawa dan mandiri.

"Akhirnya kembali pulang menempah kehidupan yang baru dengan berbagai kesulitan tadi, tidak pernah seorang Petrus itu membayangkan bahwa akhirnya dia membangun sebuah perusahan swasta yang bergerak di bidang migas sebagai kontraktor yang bisa menyerap ribuan  tenaga kerja, terpilih disana sebagai anggota legislatif dan karena campur tangan yang besar dari Tuhan seorang Petrus terpilih sebagai seorang Bupati Tanimbar saat ini," kisahnya.  (Laura Sobuber)

Juliana Ratuanak Harap Relawan COVID-19 Tanimbar Bekerja Dengan Hati

Posted: 08 May 2020 05:43 AM PDT

Juliana Ratuanak Harap Relawan COVID-19 Tanimbar Bekerja Dengan Hati LOLURUN, LELEMUKU.COM – Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, dr. Juliana Chatarina Ratuanak berharap seluruh relawan Corona Virus Infection Desease (COVID-19) di daerah tersebut bekerja dengan hati.

Hat tersebut ia katakan saat melakukan simulasi prosedur Tetap (Protap) penjemputan sebanyak 48 penumpang KM Sabuk Nusantara 103 dari Kota Ambon yang dijadwalkan tiba di Saumlaki pada Sabtu (09/05/2020) pukul 12.00 WIT.

"Mari kita semua bekerja dari hati dan penuh dengan semangat kerelawanan, sehingga mendorong dan membuat Tanimbar bebas dari virus corona," harapnya di rumah karantina terpusat, Desa Lolurun, Kecamatan Wertamrian pada Jumat (08/05/2020).

Juliana mengungkapkan bahwa seluruh tim relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan sebagai penpanjangan tangan dari gugus tugas COVID-19 Tanimbar akan tetap berada di lokasi karantina selama 14 hari guna mendukung penanganan dan pencegahan virus tersebut secara maksimal.

"Para relawan harus mengecek segala kebutuhan operasional di rumah karantina mulai dari makan dan minum hingga mandi, jangan tunggu habis baru minta, itu terlambat. Semua diperhatikan sebaik mungkin, sehingga berjalan dengan baik. Jika petugas disiplin, maka peserta karantina juga pasti disiplin," ungkapnya.

Diketahui seluruh penumpang KM Sabuk Nusantara 103, yang terdiri dari mahasiswa sebanyak 30 orang, 12 petugas PLN, dua anggota polisi dan empat anggota TNI dari Kota Ambon dan Kota Tual saat tiba di Pelabuhan Saumlaki hingga rumah karantina terpusat akan diberlakukan Prosedur Tetap (Protap) lengkap. (Laura Sobuber)

Gugus Tugas COVID-19 Tanimbar Gelar Simulasi Jemput 48 Penumpang Sabuk Nusantara 103

Posted: 08 May 2020 04:43 AM PDT

Gugus Tugas COVID-19 Tanimbar Gelar Simulasi Jemput 48 Penumpang Sabuk Nusantara 103SAUMLAKI, LELEMUKU.COM - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan pencegahan Pandemi Virus Corona atau Novel Coronavirus (COVID-19) melakukan simulasi prosedur Tetap (Protap) penjemputan sebanyak 48 penumpang KM Sabuk Nusantara 103 pada Sabtu (09/05/2020) pukul 12.00 WIT.

Ke-48 penumpang tersebut terdiri dari mahasiswa sebanyak 30 orang, 12 petugas PLN, dua anggota polisi dan empat anggota TNI dari Kota Ambon dan Tual. Simulasi yang diawali dari Pelabuhan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan (Tansel) hingga rumah karantina terpusat di Desa Lolurun, Kecamatan Wertamrian dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Maluku Tenggara Barat (MTB), Kompol Lodevicus Tethool, SH., MH pada Jumat (08/05/2020).

"Kita berusaha semaksimal mungkin bahwa sampai dengan saat ini Tanimbar masih zona hijau dari COVID-19, kita patut bersyukur dan oleh karena itu kita harus memaksimalkan segala daya, upaya, sumber daya, fasilitas yang kita miliki untuk melakukan pencegahan semaksimal mungkin. Tentunya berpedoman dengan seluruh protap maupun SOP yang sudah ditentukan oleh pemerintah yang melibatkan stakeholder terkait sesuai dengan tupoksi masing-masing," kata dia saat membuka kegiatan simulasi di Pelabuhan Saumlaki. 

Wakapolres Tethool menjelaskan pelaksanaan penanganan penjemputan para penumpang meliputi tiga zona, yaitu zona satu di areal pelabuhan, zona dua adalah proses evakuasi bergerak dari pelabuhan menuju ke zona tiga di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Lolurun.

Kemudian di zona tiga terdapat tiga ring, yaitu ring satu pada bagian depan seputaran lapangan apel Kantor Kecamatan hingga masuk ke lokasi rumah karantina, ring dua di ruangan kepala sekolah dan guru serta ring tiga adalah kelas-kelas ruang istirahat peserta karantina.

"Kapal ini datang dari zona merah yaitu Kota Ambon, maka kita berlakukan karantina 14 hari walaupun mereka telah melaksanakan karantina mandiri tetapi tidak ada jaminan diatas kapal mereka tidak bercampur dan oleh karena itu kita berlakukan hal yang sama, yaitu berasal dari zona merah," jelasnya.

Gugus Tugas COVID-19 Tanimbar Gelar Simulasi Jemput 48 Penumpang Sabuk Nusantara 103Sementara itu, Kapal penumpang tidak akan sandar dan berlabuh di laut terlebih dahulu guna diperiksa oleh Tim Karantina Kesehatan Pelabuhan. Kemudian penumpang turun sesuai dengan daftar muat yang diterima gugus COVID-19. Setelah itu, para penumpang disemprot dengan disinfektan pada badan, pakean dan barang bawahan, cek suhu tubuh, pendataan, naik ke truk untuk bergeser ke lokasi zona tiga di rumah karantina terpusat.

"Satu jam sebelum kapal tiba, dipastikan areal pelabuhan bersih dan steril dari aktifitas bongkar muat kapal, termasuk para penjual atau orang yang tidak terlibat terkait dengan pelaksanaan pengamanan. Ini bertujuan memberikan perlindungan yang maksimal," tambah Wakapolres Tethool.

Selepas itu, dr. Lucia Felnditi selaku Ketua Tim Relawan COVID-19 Tanimbar mengatakan setelah rombongan penumpang tiba di lokasi ring satu pada rumah karatina terpusat akan segera dilakukan penyemprotan disinfektan, mendapat arahan singkat tentang SOP dan jadwal khusus kegiatan hari pertama.

"Setelah mereka beristirahat sejenak agar suhu tubuh stabil akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan nantinya proses selama 14 hari di rumah karantina akan disesuaikan dengan SOP kelompok satu sampaii dengan kelompok enam yang bertugas," tutup dia di rumah karantina terpusat. (Laura Sobuber)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0